• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Meteorid dan Hujan Meteor Terbesar Sepanjang Abad

Pecahan meteorit berukuran antara 2,4 – 2,7 m yang ditemukan di Hoba West, dekat Grossfontein, Namibia pada tahun 1920 diduga merupakan meteorid terbesar yang pernah jatuh ke Bumi dan dapat ditemukan bongkahannya serta tercatat oleh manusia.
Pecahan meteorid tersebut berasal dari sebuah meteorit tunggal yang beratnya diperkirakan mencapai 59 ton.
 Hujan Meteor Leonid yang terjadi tanggal 16-17 November 1966 dan terlihat dengan jelas mulai dari Amerika sebelah Utara dibagian baratnya, hingga ke Rusia bagian timur, merupakan hujan meteorid terbesar yang pernah tercatat.
Meteor-meteor yang terlihat melintas diatas langit di Amerika Serikat pada wilayah Arizona tersebut tercatat mencapai 2.300 buah meteor per menit pada waktu puncaknya hanya dalam waktu selama 20 menit saja.
Share:

Bintang Termuda di Alam Semesta

2 Protostar (calon bintang) yang dikenal sebagai IRAS-4 yang berada di dalam Nebula NGC 1333, 1.100 tahun cahaya dari Bumi adalah bitang termuda yang diketahui manusia.
Menurut para pakar astronom, keduanya baru akan mencapai fase stabil sebagai sebuah bintang setidaknya dalam 100.000 tahun
mendatang.
Share:

Fenomena Planet dibulan Oktober



Merkurius & Jupiter.  Planet terdekat dan planet terbesar di Tata Surya akan kembali hadir menemani kita untuk mengawali hari. Keduanya akan tampak sebelum fajar menyingsing.
Di awal Oktober, pengamat bisa menikmati kehadiran Merkurius di rasi Leo, sebelum Matahari terbit. Tapi seiring dengan pergeseran waktu terbit Merkurius setiap harinya, mulai pertengahan Oktober Merkurius akan sulit dilihat karena berada sangat rendah di horison sebelum Matahari terbit. Merkurius akan tampak bergerak setiap harinya melintas dari rasi Leo ke Libra.
Planet Jupiter baru akan tampak cukup tinggi di langit jelang dini hari mulai pertengahan Oktober.  Di awal bulan Oktober, Jupiter masih berada pada ketinggian kurang dari 10º di horison / ufuk.
Pada tanggal 10 Oktober, Jupiter akan tampak berada 1,6º di bawah Merkurius.  Keduanya akan terbit berurutan pada pukul 05:03 WIB dan 05:08 WIB dan Matahari akan terbit pada pukul 05:44 WIB. Temukan kedua planet ini di ufuk saat keduanya baru terbit.

Venus. Si bintang kejora akan tampak selama bulan Oktober setelah Matahari terbenam sampai planet tersebut tenggelam di ufuk barat.

Mars & Saturnus. Selama bulan Oktober, Mars dan Saturnus akan tampak di langit malam sejak Matahari terbenam. Mars akan tampak di rasi sang Pemanah, Sagittarius sampai jelang tengah malam, sedangkan Saturnus yang berada di rasi Ophiuchus akan terbenam sebelum tengah malam.

Uranus & Neptunus. Planet Uranus dan Neptunus juga dapat dinikmati sepanjang bulan Oktober setelah Matahari terbenam.  Uranus akan tampak di rasi Pisces dan Neptunus di rasi Aquarius.
Tapi, untuk bisa menikmati kedua planet es raksasa ini harus menggunakan alat bantu berupa teleskop ataupun binokuler.

Share:

Minggu, 18 September 2016

Fakta Ilmiah Malam Lailatul Qadar Yang Disembunyikan Oleh NASA



Malam Lailatul Qadar pada dasarnya merupakan malam rahasia bagi Semua Manusia, namun ternyata fakta – fakta di balik malam Lailatul Qadar ini telah dibuktikan oleh Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA).

Malam Lailatul Qadar adalah salah satu malam yang paling dinantikan di bulan Ramadhan ini. Lailatul Qadar merupakan malam yang paling istimewa dan paling indah dibandingkan malam seribu bulan dan menjadi malam dimana Al-Quran diturunkan.
Selama ini umat Islam mempercayai kebenaran adanya malam Lailatul Qadar karena bersumber dari Al-Quran dan hadist. Namun faktanya, malam Lailatul Qadar ini juga telah disaksikan kebenarannya oleh Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA).

Melalui sejumlah fakta ilmiah, NASA membuktikan beberapa tanda – tanda hadirnya malam lailatul Qadar sesuai dengan yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad 1400 tahun lalu dalam Al-Quran dan Al-Hadist.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa malam lailatul Qadar itu akan hadir di malam – malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah SAW juga telah menerangkan ketika malam Lailatul Qadar itu hadir maka suhu di bumi berada dalam kondisi yang sedang, pada malam hari tidak terlihat bintang, serta pada pagi harinya udara matahari bersinar cerah namun tidak terasa panasnya.

Mengenai semua hal yang diungkap oleh Rasulullah SAW itu , NASA telah membuktikan semuanya terkait ciri – ciri fisik tersebut. Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al- Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith Sayyid mengatakan jika sekitar 12 tahun lalu NASA pernah menemukan ciri dari malam Lailatul Qadar sesuai yang sabda Nabi Muhammad SAW.

Ketika membuktikan tanda dan ciri-ciri malam Lailatul Qadar yang pernah diungkapkan oleh Rasulullah SAW itu , Badan Nasional Antariksa Amerika menemukan bahwa pada suatu malam terjadi fenomena aneh karena tidak ada meteor yang jatuh ke atmosfer bumi serta suhu udara sedang. Padahal pada malam-malam biasa, jumlah meteor yang jatuh ke atmostfer bumi sekitar 20 meteor. Selain itu, NASA juga menemukan bahwa matahari tampak begitu bersinar cerah pada pagi harinya namun tidak ada radiasi cahaya sama sekali.

Semua fakta yang di peroleh pihak NASA ini memang sengaja disembunyikan bagi mereka untuk tidak mempublikasikan fakta – fakta kebenaran islam, bahkan NASA acapkali mendapat kritikan dari para ilmuwan Islam karena kerap menyembunyikan fakta-fakta kebenaran tentang Al-Qur’an dan Hadits.

Dan dengan pembuktian dari pihak NASA ini, kita sebagai Muslim tentunya harus lebih bersyukur telah terlahir di dunia sebagai pilihan umat Nabi Muhammad SAW, Yang mana beliau adalah Nabi terbaik dan terakhir sebagai penutup para Nabi.

Share:

Puisi Sekolah Yang Terlupakan

Disini
Dibawah gunung ini
Tempat orang sejuta prestasi
Aku berdiri bangunan kecil berbilik kayu berlantai tanah
Angin yang menerpaku
Badai yang menerjangku
Hujan yang kadang membasahi tubuhku
Namun aku tetap kokoh berdiri dan diam seribu bahasa
Demi anak bangsa yang menggantungkan sejuta mimpi
Bentukku memang tak sindah rumahmu
Ukuranku pun tak seperti sebuah istana
Namun disinilah langkah awal para pemimpin bangsa berpijak
Melangkahkan kaki selangkah demi selangkah untuk masa depan yang lebih cerah
Namun kini aku dilupakan
Jasaku dulu seolah tak diperdulikan
Kini hanya berteman dengan debu yang bertaburan
Bersahabat dengan ilalang yang terus memanjang
Tengelam bersama zaman
Dan hanyut bersama arus yang begitu deras
Aku tak mengharapkan imbalan
Aku tak mengharapkan penghargaa
Dan aku pun tak mengharapkan belas kasihan
Namun yang kuharapkan
Hanya sebuah pengakuan dari setiap lisan
Saat semua orang menunjuk gubuk tua ini
Engkau berkata ”ini sekolahku”
Langkah awal dari perjalanan panjangku.
Share:

Jumat, 16 September 2016

Planet Neraka

Julukan planet neraka ini tentunya bukan tanpa sebab, karena memang planet ini memiliki rupa fisik seperti neraka dalam bayangan banyak orang, itulah planet 55 Cancri e. Planet ini terpaku dalam orbitnya sehingga salah satu permukaannya tetap menghadap bintangnya, dan permukaan lainnya membelakanginya. Sementara salah satu permukaan planet mengalami malam abadi, permukaan lainnya dilingkupi danau-danau magma yang sangat panas dan aliran lava mengalir sepanjang sungai.
 Planet ini berada sangat dekat dengan bintang induknya, sehingga ia hanya membutuhkan waktu 18 jam untuk revolusi, bandingkan dengan bumi yang membutuhkan waktu selama 365 hari (8760 jam). Jarak yang sangat dekat itu mengakibatkan permukaan planet menyerap banyak energi dari bintang, suhu permukaannya berkisar pada 2000 ˚C, dan memungkinkan adanya aliran lava panas pada permukaan planet.
Julukan planet neraka semakin tepat ketika kita melihat atmosfer dari planet ini. Atmosfer planet ini terdiri dari hidrogen sianida, gas berbahaya yang dapat menyebabkan kematian hanya dalam hitungan menit.
Penelitian terbaru yang dipimpin oleh para peneliti di Cambridge University telah menemukan bahwa planet ini memancarkan sejumlah besar radiasi inframerah. Namun lebih dari itu, planet neraka ini masih menyimpan misteri. Panas yang dipancarkan oleh planet ini terlalu banyak jika semata-mata berasal dari bintang induknya. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa ada sumber energi misteri yang diterima planet ini.
Terlepas dari itu, yang pasti planet neraka ini benar-benar menakjubkan—sekaligus menakutkan: sebuah planet yang sungainya lava dan danau-danaunya berisi magma yang sangat panas, ditambah dengan atmosfer yang tersusun dari gas hidrogen sianida.

Share:

Gunung Tertinggi di Alam Semesta




Gunung Everest di Pegunungan Himalaya mungkin memang menjadi puncak tertinggi di Bumi, namun jika dalam skala Tata Surya, Gunung Everest tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Olympus Mons atau Gunung Olympus di Planet Mars,planet tetangga bumi kita.                                                                       

Setidaknya ada 7 gunung di Mars yang tingginya minimal 4.500 m. Tentunya kita masih ingat pendaratan dramatis robot pendarat milik NASA Curiousity di Mars. Robot sebesar mobil ini berhasil mendarat sekitar 10 km dari dasar Gunung Aeolis (Mount Sharp). Gunung ini “hanya” setinggi 5.500 m. Yang paling tinggi di antara gunung yang tinggi-tinggi di Mars adalah Gunung Olympus. Gunung ini menjulang setinggi 25.000 m dari bentangan di sekelilingnya!

Gunung-gunung di Bumi biasanya diukur dalam satuan meter di atas permukaan laut. Tetapi, di Mars tidak ada laut, jadi digunakan acuan yang disebut aeroid, sebuah bola imajiner yang pusatnya berhimpitan dengan pusat planet Mars dan beradius 3.396.000 m (atau hampir sama dengan radius ekuator Mars). Jika dihitung dari aeroid ini, tinggi Gunung Olympus sekitar 21.229 m.
Uniknya, gunung ini juga luas. Dengan diameter 624 km (lebih dari setengah Pulau Jawa!) gunung ini tidak saja menjadi gunung tertinggi tapi juga terbesar di Tata Surya. Salah satu penyebab mengapa Gunung Olympus bisa demikian besar adalah tingginya laju erupsi dan rendahnya gravitasi di Mars. Faktor penyebab lainnya adalah pergerakan kerak kedua planet berbeda.

Di Bumi titik-titik yang “memproduksi” lava tetap, tetapi lempeng-lempeng kerak Bumi bergerak di atasnya. Ketika lempeng itu bergerak, gunung berapi yang baru terbentuk, sedangkan yang lama menjadi mati atau tidak aktif lagi. Dengan demikian total volume lava didistribusikan ke banyak gunung berapi.

Pulau-pulau di Hawaii merupakan hasil dari pergerakan lempeng Pasifik ke arah barat laut. Di lain pihak, lempeng kerak Mars tidak bergerak dan lava menggunduk menjadi satu gunung berapi yang sangat besar akibat erupsi yang berulang-ulang.

Gunung Olympus tampak seperti tameng raksasa karena gunung ini termasuk landai. Saking landai dan besarnya, kalau kalian berdiri di lerengnya tanpa diberitahu berada di gunung, setelah melihat sekeliling mungkin kalian akan merasa berada di dataran yang melandai. Di satu sisi kalian melihat dataran yang melandai ke atas, sedangkan sisi lainnya melandai ke bawah.


Share:

Waduk Terbesar di Aalam Semesta



Waduk memang sahabat manusia. Selain sebagai tempat penyimpanan cadangan air, waduk buatan juga bisa dijadikan pembangkit listrik tenaga air atau PLTA. Tapi itu yang ada di darat. Bagaimana jadinya kalau air tidak hanya disimpan di dalam Bumi, melainkan juga di luar angkasa sana?
Air memang ada di mana-mana. Setidaknya itulah yang disetujui dua tim astronom dari California Institute of Technology (Caltech). Mereka menemukan bahwa ada waduk air terbesar di alam semesta ini. Tempatnya tidak tanggung-tanggung jauhnya. Sekitar 30 miliar triliun mil di dalam quasar (salah satu objek paling terang dan liar dalam alam semesta). Quasar sendiri berjarak 2,44 miliar tahun cahaya dari Bumi. Jadi jangan coba-coba ingin mengambil air dari sana ya. Keburu haus!
Mengapa dikatakan terbesar? Kedua tim astronom ini menemukan bahwa massa air yang ada di sana kira-kira 140 triliun kali lebih besar daripada seluruh air yang ada di muka Bumi ini. Itu artinya bobot air di sana 100.000 kali lebih berat daripada Matahari!

“Lingkungan di sekitar quasar memang unik. Dan itulah mengapa banyak air bisa tercipta di sana,” kata Matt Bradford, ilmuan NASA yang juga bekerja sama dengan astronom Caltech. Quasar ditenagai oleh black hole atau lubang hitam besar yang secara konstan melahap setiap debu dan gas yang ada di sekitarnya. Sementara itu ia memuntahkan energi dalam jumlah yang sangat besar. Besar energinya saja 1.000 triliun kali lebih besar dari energi yang dihasilkan Matahari. Wow!
Sebetulnya penemuan kandungan air di luar angkasa bukanlah berita baru. Di galaksi Bimasakti saja sudah ditemukan kandungan air, walau bobotnya tidak sebesar yang ada di quasar. Perlu dicatat bahwa air yang ada di Bimasakti kebanyakan berupa es.

Walau begitu, dengan mengetahuai tentang adanya kandungan air dalam quasar, para peneliti dapat mereka jejak munculnya quasar. Selain itu dengan melihat interaksi antara radiasi dan uap air, para peneliti dapat menemukan besar radiasi dan panas dari gas-gas yang ada di quasar. Maklum saja, seluruh tubuh quasar bermandikan sinar x dan radiasi inframerah. Dengan itu, para peneliti dapat memberikan kajian-kajian baru tentang benda langit yang satu ini.
Penemuan ini juga membuka kesempatan-kesempatan baru bagi para astronom untuk menemukan galaksi tertua dan terawal di alam semesta. Bersenjatakan teleskop sepanjang 25 meter, modifikasi dari teleskop Z-Spec dari Caltech Submilimeter Observatory yang panjangnya 10 meter, para peneliti akan mencari galaksi tertua dengan mereka jejak gas dan air di alam semesta. Air memang so penting!

Share:

Blogroll

mp3

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

mp3

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

Blogger templates