Planet
ini berada sangat dekat dengan bintang induknya, sehingga ia hanya membutuhkan
waktu 18 jam untuk revolusi, bandingkan dengan bumi yang membutuhkan waktu
selama 365 hari (8760 jam). Jarak yang sangat dekat itu mengakibatkan permukaan
planet menyerap banyak energi dari bintang, suhu permukaannya berkisar pada
2000 ˚C, dan memungkinkan adanya aliran lava panas pada permukaan planet.
Julukan
planet neraka semakin tepat ketika kita melihat atmosfer dari planet ini.
Atmosfer planet ini terdiri dari hidrogen sianida, gas berbahaya yang dapat
menyebabkan kematian hanya dalam hitungan menit.
Penelitian
terbaru yang dipimpin oleh para peneliti di Cambridge University telah menemukan
bahwa planet ini memancarkan sejumlah besar radiasi inframerah. Namun lebih
dari itu, planet neraka ini masih menyimpan misteri. Panas yang dipancarkan
oleh planet ini terlalu banyak jika semata-mata berasal dari bintang induknya.
Hal tersebut mengisyaratkan bahwa ada sumber energi misteri yang diterima
planet ini.
Terlepas
dari itu, yang pasti planet neraka ini benar-benar menakjubkan—sekaligus
menakutkan: sebuah planet yang sungainya lava dan danau-danaunya berisi magma
yang sangat panas, ditambah dengan atmosfer yang tersusun dari gas hidrogen
sianida.







0 komentar:
Posting Komentar